Sunday, December 21, 2014

Kantor PT BCPM Kemalingan, Rp20 Juta Raib



MEDAN - PT Bangun Cipta Persada Mandiri (BCPM) yang berada di Jalan Pertempuran, Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur dimasuki maling, Jumat (19/12) dini hari.
Menurut informasi yang dihimpun dari Polsekta Medan Timur Sabtu (20/12) siang, aksi pencurian itu pertama kali  diketahui Putri (23),  karyawati perusahaan yang bergerak di bidang jasa kelapa sawit tersebut  sekira pukul 07.30 WIB.
Pagi itu, seperti biasanya, Putri bermaksud hendak mempersiapkan diri untuk beraktivitas di tempatnya bekerja. Namun, ketika masuk ke dalam kantor, Putri kaget melihat ruangan kantor pimpinannya berantakan. Putri pun langsung memeriksanya, dan ternyata peralatan kantor seperti 4 set komputer, mesin Sanyo, fotocpoy, absen ceklok, scanner, speedy wifi, TV LED 32 inchi dan kulkas sudah tak lagi berada di tempatnya. Bahkan uang Rp20 juta dalam brankas turut disikat pelaku.
Diyakini kantornya telah kemalingan, Putri pun langsung melaporkannya kepada sang pimpinan. Tak lama kemudian, pimpinan perusahaan bernama Leonardus Simbolon (45), warga Perdata 1, Pulo Brayan Bengkel, bergegas ke kantor.
Setelah memastikan kerugian yang dialaminya, Leonardus pun akhirnya memutuskan membuat laporan pengaduan. Petugas pun kemudian melakukan penyelidikan dan olah TKP (tempat kejadian perkara).
Kapolsekta Medan Timur Kompol Juliani Prihartini melalui Kanit Reskrim Iptu Alexander Piliang membenarkan adanya laporan dari korban.
"Laporannya sudah kita terima dan memeriksa saksi yang pertama melihat kejadian tersebut," kata mantan Kanit Reskrim Polsekta Medan Baru tersebut.
Alexander menyebutkan, dari hasil penyelidikan di TKP, petugas berkesimpulan bahwa kawanan pencuri masuk ke dalam kantor setelah merusak gembok  pintu depan. Para pelaku diduga mengunakan mobil untuk mengangkut barang barang hasil kejahatannya dari dalam kantor tersebut. "Saat ini kasusnya masih kita dalami dan kita juga sudah melakukan cek TKP guna menyelidiki pelakunya," pungkas Alex. (ris/smg/han)

Cemburu, Pulang Natal br Siahaan Dipukulin Pacar



MEDAN - Didampingi ayahnya, Lia boru Siahaan (24) tertatih-tatih mendatangi Polsek Percut Seituan guna melaporkan kekasihnya, Yopi (25) yang masih sekampung dengannya. "Kurang ajar memang si Yopi itu, kerjanya tukang deres pohon aren aja sok. Malah mukuli anak ku pula,”ujar Siahaan, ayah Lia kesal.
“Anak ku pun salah, sudah sering dipukuli, baru ini mengadu,”sambungnya.
Puncaknya Jumat (19/12) malam. Usai menghadiri natal di Jalan Laut Dendang, diantar seorang pria atas suruhan pendeta gereja dikarenakan sudah larut malam. Namun sebelum tiba di rumah, Hp Lia berdering karena ditelpon Yopi. Malam itu juga sekira pukul 22.00 WIB, Yopi meminta Lia agar ke rumahnya di Palu Gelombang, Kecamatan Percut Seituan. Dikarenakan Yopi cemburu, karena melihat Lia diantar seorang cowok.
Setibanya, Lia pun ditanya perihal pria yang mengantarnya pulang. Meskipun telah dijelaskan, Yopi langsung main pukul. Bahkan Lia sempat mendapat tendangan, hingga membuatnya tersungkur. "Sudah sering kali aku dipukulnya karena cemburuan. Cakap saja sama tukang sayur aja, dia (Yopi-red) sudah marah dan menjambak rambut ku,”ujar Lia kepada polisi yang memeriksanya.
Terkait laporan tersebut, Kapolsek Percut Seituan Kompol Ronald Sipayung mengaku telah menerima laporan korban. “Masih dalam proses pemeriksaan,”pungkasnya. (mri/han)

Tikam Teman 14 Liang, Bronson Bebas Berkeliaran



SIDIMPUAN - IC alias Bronson (38), pelaku penikaman teman hingga mengenai rusuk sekira 2 bulan lalu, tepatnya Kamis (16/10),  masih bebas berkeliaran di sejumlah tempat di Kota Padangsidimpuan. Hal ini diungkapkan oleh korban, Arsyad Harahap (23), kepada Metro Tabagsel (grup POSMETRO MEDAN), Sabtu (20/12).
Dikatakan pria yang sempat kritis akibat luka tusuk yang menembus rusuk kirinya itu, Bronson terakhir terlihat sekira seminggu lalu di bilangan Sibulan-bulan, Keluarahan Padangmatinggi, Kecamatan Psp Selatan.
“Ada temanku melapor dengan jelas ia melihat, Bronson sekarang berada di sekitaran sini (Kota Psp). Terakhir di Daerah Sibulan-bulan, Padangmatinggi, kawan yang melihat itu inisialnya AD, BB, JL dan HS. Ada empat temanku yang bilang, salah satunya warga Kampung Darek, lainnnya yang melihat orang Batunadua dan Padangmatinggi. Tapi saya kira namanya tidak usah ditulis,” pintanya.
Lanjut pria yang baru memiliki satu anak ini, ia merasa tak sanggup untuk mengejar Bronson yang membuatnya hingga saat ini masih merasa ngilu di bagian rusuk kirinya. Sebab, masih harus menjaga anaknya yang masih berusia 9 bulan.
“Kalau saya sendiri yang mengejarnnya, saya tidak bisa karena boru (Puteri,red) ku masih kecil berusia 9 bulan. Saya harap Polisi lekas bergerak, agar kiranya nanti tidak ada korban lagi. Karena kelakuan Bronson itu sebelumnya sudah mengancam,” ujarnya.
Disinggung mengenai kronologis kejadian, Arsyad mengaku, sebelumnya tidak ada konflik dengan pelaku selama saling mengenal. Ia selalu akrab bahkan sejak ia kecil.
“Kronologisnya, ya benar saya ditelpon duluan. Saya datang, karena saya tidak berpikir apa. Pas ketemu, itulah dia menyerang. Lalu, saya lari dan nafas saya juga semakin berat. Pas sampai di rumah bidan, malah bidannya yang pingsan. Di situ saya lama, karena sudah tidak sanggup lagi bernafas normal. Selanjutnya, orang-orang membawa saya ke RSUD, saya tidak bisa apa-apa lagi,” jelasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kota Psp AKP DB Diriono menyatakan, kalau memang jelas ada melihat pelaku, segera melapor tanpa harus menunggu. "Kalau lihat lapor saja ke Mapolres supaya ada petunjuk. Kalau hanya mengatakan, percuma saja tanpa melapor," tegas Kasat yang sedang merayakan Natal itu.
Sebelumnya, Jumat (17/10) lalu diberitakan, diduga bertengkar akibat ketersinggungan antar kelompok, Arsyad Harahap (23) sekira pukul 23.00 Wib, Kamis (16/10) terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padangsidimpuan.
Ini setelah ia mendapat tikaman dari temannya dengan menggunakan gunting dan obeng di Komplek Pemakaman Silayang, Kampung Darek, Lingkungan II Kelurahan Wek VI Kecamatan Psp Selatan, Kota Psp. (mag1/smg/han)

Dokter dan perawat berusaha menghentikan pendarahan dari beberapa titik tusukan di sekujur tubuh korban, pada Kamis (16/10) lalu.
Dok/Metro Tabagsel

Maling Gasak Toko Kelontong



NAMORAMBE - Saham boru Ginting (55) mendatangi Polsek Namorambe. Warga Dusun 1, Desa Namorambe, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deliserdang ini mengaku toko kelontongnya kemalingan hingga merugi sekira Rp32 juta lebih, Sabtu (20/12) dini hari.
Menurut Saham di Polsek Namorambe, pelaku masuk dengan cara merusak bagian pintu belakang toko, yang juga dijadikannya tempat tinggal. Setelah pintu dirusak, pelaku pun menuju toko yang berada di depan.
Dari dalam toko, pelaku pun menggasak barang dagangannya berupa 2 slop Rokok Sampoerna, 3 slop Rokok Surya, dua slop Rokok Gudang Garam Merah, 1 slop Rokok Dunhil dan 1 slop Rokok Malioboro.
Selain itu, pelaku juga mengambil periasan Saham berupa Gelang Emas seberat 40 gram, kalung emas seberat 19 gram dan uang sebesar Rp1,5 juta dari dalam kamar.
“Pelaku tahu rumahnya dimasuki maling saat bangun pagi,”ujar petugas Polsek Namorambe. Kanit Reskrim Polsek Namorambe, Ipda Semen Sembiring mengaku pihaknya masih melakukan penyelidikan. (cr2/han)

Nginap di Rumah Tetangga, Suami Pukul Istri Pakai Broti



DELITUA - Hampir dua bulan dalam pencarian polisi, akhirnya Arlin Pinem (36) berhasil diringkus dari tempat persembunyiannya. Ayah tiga anak ini harus meringkuk di ruang tahanan Polsek Delitua, karena tega menganiaya istrinya Yus Mayani boru Girsang (35) dengan kayu broti.
“Setelah kita cari-cari, akhirnya tersangka (Arlin-red) berhasil kita tangkap di Kualan Bekala, Kecamatan Medan Johor,”ungkap Kanit Reskrim Iptu Martualesi Sitepu SH, MK, Sabtu (20/12) siang.
Martualesi mengungkapkan, Arlin ditangkap atas laporan istrinya  Yus. Dimana Yus mengaku dianiaya suaminya sampai babak belur. “Awalnya sempat mengelak, karena alat bukti dan keterangan saksi sudah kuat, tersangka langsung kita tahan,”ucapnya.
Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini, dikatakan Martualesi, dilator belakangi rasa cemburu Arlin terhadap istrinya. Dimana pada Rabu 20 Oktober malam, Arlin yang pulang tidak menemui Yus di dalam rumah. Setelah dicari tahu, ternyata Yus menginap di rumah tetangga mereka.
Mengetahui itu, warga Jalan Parang III, Kuala Bekala, Kecamatan Medan Johor inipun ke rumah tetangganya, untuk menyuruh pulang isterinya. Namun karena takut dipukuli, Yus menolak pulang. Ternyata penolakan Yus membuat Arlin berang. Kayu broti yang kebetulan ada di rumah tetangganya, diambil dan ayunkan kebagian kepala Yus sebanyak dua kali hingga berlumur darah. Tak sampai disitu, lanjut Martualesi, Arlin pun meninju wajah istrinya sampai babak belur.
Sementara itu, Arlin yang ditemui mengaku sangat menyesali perbuatannya. Atas kasusnya tersebut, pria yang kesehariannya tukang kusuk urat inipun dikenakan pasal 44 tahun 2014 tentang KDRT dengan ancaman 5 tahun penjara. (cr2/han)